Tampilkan postingan dengan label Prinsip Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prinsip Bisnis. Tampilkan semua postingan

Modul GPO Pemasaran : Prinsip Bisnis Ritel

19.30 Add Comment
Berikut ini adalah Modul GPO Pemasaran : Prinsip Bisnis Ritel dengan materi Prinsip Bisnis Ritel dan Kompetensi Pedagogik yaitu Potensi Peserta Didik. Modul GPO Pemasaran : Prinsip Bisnis Ritel dapat kita pakai untuk persiapan UKG maupun bahan referensi pembelajaran di kelas. Karena dengan materi yang cukup ringkas, sehingga akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Selengkapnya silakan Download Modul GPO Pemasaran : Prinsip Bisnis Ritel pada link berikut ini 

Perbedaan Ciri-ciri Ritel Tradisional dan Ritel Modern

22.31 Add Comment
Berikut ini adalah perbedaan ciri-ciri dari bisnis ritel tradisional sederhana adalah sebagai berikut :

1. Tempatnya tidak terlalu luas.
2. Barang yang dijual tidak terlalu banyak macam dan jenisnya.
3. Sistem pengelolaan/manajemennya masih terbilang sangat sederhana sekali.
4. Tidak menawarkan kenyamanan berbelanja muluk-muluk dan berlebihan seperti ritel modern.
5. Masih terdapat proses tawar-menawar harga dengan para pedagang.
6. Produk yang dijual juga tidak dipajang terlalu terbuka sehingga para pelanggan tidak mengetahui apakah pengusaha ritel tersebut memiliki barang yang memang dicari atau tidak.

Sedangkan ciri-ciri khusus dari bisnis ritel modern adalah kebalian dari bisnis ritel tradisional sederhana, yaitu :

1. Menawarkan tempat yang lebih luas.
2. Barang yang dijual juga sangat banyak jenis dan macamnya.
3. Memiliki sistem manajemen yang terkelola dengan sangat baik dan hati-hati.
4. Menawarkan tingkat kenyamanan yang tinggi dalam berbelanja.
5. Harga jual sudah tetap (fixed price) sehingga sama sekali tidak ada proses tawar-menawar dan adanya sistem swalayan/pelayanan secara mandiri.
6. Pemajangan dari produk pada rak-rak terbuka sehingga para pelanggan bisa dengan bebas melihat dan memilih barang-barang apa saja yang dibutuhkan, bahkan beberapa swalayan ada yang memberikan produk tester agar bisa dicoba oleh para pelanggan terlebih dahulu sebelum memutuskan akan membelinya.

Peran dan Fungsi Bisnis Ritel

18.37 Add Comment
Peran bisnis ritel
Usaha eceran atau usaha ritel mempunyai peran yang sangat penting baik ditinjau dari pihak konsumen atau dari pihak produsen. 

Dari Pihak Produsen: 
1.  Peritel  dipandang sebagai pihak yang ahli dalam bidang penjualan produk perusahaan 
2.  Peritel adalah ujung tombak peusahaan yang akan sangat menentukan laku tidaknya produk perusahaan 
3.  Peritel   adalah   sumber   informasi   yang   sangat   berharga   mengenai produknya. 
4.  Produsen dapat memasang iklan, mengadakan undian atau memberi hadiah kepada konsumen melalui toko-toko ritel. 

Dari Pihak Konsumen: 
Usaha ritel memberikan kebutuhan ekonomis bagi pelanggan melalui lima cara, antara lain: 

  1. Usaha  ritel  biasanya  berlokasi  didekat  rumah  pelanggan,  sehingga pelanggan bisa dengan segera mendapatkan suatu produk tanpa perlu menunggu lama. 
  2. Memudahkan konsumen/pelanggan dalam memilih atau membandingkan bentuk, kualitas, dan barang serta jasa yang ditawarkan. Pelanggan mungkin  hanya  ingin  lebih  dari  sekedar mendapatkan  barang  yang diinginkan pada tempat yang nyaman. Mereka hampir ingin selalu belanja di mana bisa mendapatkan kemudahan memilih, membandingkan kualitas, bentuk, dan harga dari produk yang diinginkan. Dalam menarik dan memuaskan pelanggan, para peritel biasanya akan berusaha menciptakan suasana belanja yang nyaman. 
  3. Menjaga harga jual tetap rendah agar mampu bersaing dalam memuaskan pelanggan. 
  4. Membantu meningkatkan standar hidup masyarakat. Produk yang dijual dalam usaha ritel, tergantung pada apa yang dibeli dan dikonsumsi oleh masyarakat. Upaya promosi yang dilakukan, tidak hanya memberikan informasi kepada masyarakat mengenai beragam produk barang dan jasa, tetapi juga dapat meningkatkan keinginan pelanggan untuk membeli. Hasil akhirnya adalah peningkatan standar hidup dan penjualan produk. 
  5. Adanya usaha ritel juga memungkinkan dilakukannya produksi besar-besaran (produksi massal). Produksi massal tidak akan dapat dilakukan tanpa sistem pengecer yang efektif dalam mendistribusikan produk yang dibuat secara massal bagi pelanggan.


Fungsi Bisnis Ritel 
Industri Ritel memegang peranan penting dalam perekonomian suatu negara, terutama berkaitan dengan proses distribusi berbagai macam produk yang dibutuhkan oleh masyarakat, antara lain: 

  1. Melakukan kegiatan usaha di lokasi yang nyaman dan mudah diakses oleh pelanggan 
  2. Memberikan keragaman produk sehingga memungkinkan pelanggan bisa memilih produk yang diinginkan. 
  3. Memecah atau Membagi jumlah dan ukuran  produk yang besar sehingga dapat dijual dalam kemasan/ukuran yang kecil. 
  4. Mengubah produk menjadi bentuk yang lebih menarik. 
  5. Menyimpan produk agar tetap tersedia pada harga yang relatif tetap. 
  6. Membantu terjadinya perpindahan barang melalui sistem distribusi 
  7. Memeberikan jaminan produk layanan purna jual dan turut menangani keluhan pelanggan. 
  8. Adakalanya memberikan fasilitas kredit dan sewa. 
  9. Meningkatkan nilai produk. 


Pengertian bisnis ritel

00.43 Add Comment
Kali ini kita akan bahas mengenai pengertian bisnis ritel. Kata  ritel  berasal  dari  bahasa  Perancis, ritellier,  yang  berarti  memotong  atau memecah sesuatu. Retail atau eceran (retailing) dapat dipahami sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk  penggunaan  pribadi  dan  bukan  penggunaan  bisnis.Sering  kali orang-orang beranggapan bahwa ritel hanya menjual produk-produk di toko. Tetapi retail (ritel) juga melibatkan pelayanan jasa layanan antar (delivery services) ke rumah-rumah. Tidak semua ritel dilakukan ditoko. Kegiatan yang dilakukan dalam bisnis retail (ritel) adalah menjual berbagai produk, jasa atau keduanya, kepada konsumen untuk keperluan konsumsi pribadi maupun bersama. Produsen menjual produk-produknya kepada peretail maupun peritel besar (wholesaler).Peritel besar ini juga kerap disebut sebagai grosir atau pedagang partai besar.

contoh bisnis ritel

Loading...